Kajian Tematik
| 30 March 2010
Power of History
Di samping Ka'bah. Tepatnya di dalam bangunan setengah lingkaran yang dikenal dengan Hijr Ismail. Di samping rumah Allah yang suci itu berkumpul 4 orang. Mereka bukan sembarang orang. Tiga orang di antara mereka adalah Abdullah, Mush'ab, dan 'Urwah. Mereka adalah putra shahabat Nabi Zubair bin Awwam dengan Asma' putri Abu Bakar. Artinya mereka bertiga adalah keponakan ummul mukminin Aisyah radhiallahu anha. Bahkan orang keempatnya adalah shahabat mulia Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma. Dan kita semua kenal shahabat yang dikenal merupakan duplikasi sempurna dari ayahnya, Umar bin Khattab radhiallahu anhu.


Sengatan matahari kian menggigit. Rasa dahaga sangat mencekik kerongkongan, hingga satu persatu dari tentara Thalut mulai kehilangan kepercayaan diri. Medan perang belum lagi tampak, tetapi rintangan yang menghadang sangatlah berat dirasakan. Mereka tidak menyangka kalau kesanggupan mereka untuk mengikuti perintah sang pemimpin demikian berat konsekuensinya. Keletihan tampak di wajah mereka yang berdebu, dengan mulut memutih, pecah-pecah dan sangat kering. Tidak ada kata lain, hanya...air
Qabishah bin Dzuaib bercerita, "Ubadah bin Shamit (radhiallahu anhu) mengingkari suatu perbuatan Muawiyah (radhiallahu anhu). Ubadah berkata kepada Muawiyah: Saya tidak akan tinggal di negeri ini (Syam).Maka ia pun meninggalkan Syam dan pulang menuju Madinah. Begitu ia sampai di Madinah, Umar bertanya: Apa yang membuatmu pulang? Ubadah menceritakan perbuatan Muawiyah yang diingkarinya.
Membaca dan mengamalkan kandungan al-Qur'an adalah salah satu kunci kebesaran Islam di masa lampau. Ungkapan ini memang terdengar tabu, norak atau ekstrem. Namun sejarah membuktikan itu. Hafal al-Qur'an sejak kecil adalah tradisi orang-orang dahulu. Mereka biasa menyuruh anak-anak mereka untuk menghafal al-Qur'an dahulu sebelum pada akhirnya mengarahkannya pada bidang-bidang tertentu sesuai dengan kecenderungan sang anak. Ibnu Sina telah hafal al-Qur'an sejak usia 5 tahun. Ketika dewasa ia menjadi seorang filosof dan juga ilmuan di bidang kedokteran. Jadinya adalah seorang pakar kedokteran yang hafal al-Qur'an.
Nabi pernah mengingatkan kita tentang usia. “Umur umatku antara 60-70 tahun,” (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah, Tirmidzi berkata: Hasan Gharib). Rata-rata usia umat Nabi ini jika diukur dengan usia umat terdahulu pasti sangatlah jauh. Bukankah dakwahnya Nabi Nuh saja 950 tahun? Dengan sangat pendeknya usia kita, maka pendek pula waktu yang kita punyai untuk berbuat dan mengukir prestasi di dunia ini. Peringatan ini disampaikan, agar kita sangat berhati hati dengan waktu yang berlalu tanpa karya. Mengingat tugas kita sebagai muslim sangat besar yaitu mengurusi bumi ini.