YOOtheme
Galat
  • JUser::_load: Unable to load user with id: 5142
  • JUser::_load: Unable to load user with id: 5143
  • JUser::_load: Unable to load user with id: 5141
Pesona yang Mendatangkan Cinta
Rabu, 12 Desember 2012 12:50

Aku mencintainya sebelum mantraku terputus
Seperti onta yang perawakannya sangat bagus
Cahaya bulan purnama seakan pancaran wajahnya
Berpendar di Bani Hasyim dan membumbung ke sana

(Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin)

Bait-bait syair di atas meluncur dari mulut seorang wanita hamba sahaya yang begitu terpesona kepada Muhammad bin Al Qasim bin Ja’far bin Abu Thalib.

Dunia ini memang penuh dengan pesona yang menghadirkan cinta. Tak jarang ia menggelincirkan orang-orang yang sedang mendaki puncak ketakwaan. Atau melalaikan dirinya dari Sang Kekasih sejati. Membuat ia gagal melihat pesona Rabbnya dalam setiap gerak nafas kehidupan.

Seperti Itulah Kami Selamatkan Orang Beriman
Senin, 10 Desember 2012 12:49

Allah Subhanawata'ala berfirman:

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap : "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Lalu Kami telah memperkenankan do'anya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. al-Anbiya’: 87-88)

Ayat ini berkisah tentang sebuah pelajaran mahal yang Allah berikan kepada salah satu kekasihnya, Nabi Yunus. Dan itupun menjadi pembelajaran yang berharga untuk kita hari ini.

Andai Ini Obrolan Kita...
Rabu, 05 September 2012 10:29

Baru saja Shalat Shubuh usai. Mathof/Shohn (pelataran  tempat Thawaf) dipadati oleh muslimin. Ada yang menyelesaikan thawaf yang belum selesai, terjeda oleh Shalat Shubuh. Ada yang memulai thawaf sunnah. Ada yang tetap di tempat duduknya sambil memanjatkan dzikir pagi dan doa. Dan ada yang menikmati ayat-ayat Al Quran.

Tapi ada hal yang menarik di samping saya. Tiga orang yang kemudian bertambah dua lagi sedang asyik berbincang. Dari logatnya jelas berasal dari Arab bagian barat (Afrika). Dan ternyata benar, mereka berasal dari Maroko. Saya hentikan sejenak kenikmatan tilawah, karena penasaran dengan isi pembicaraan mereka.

Tahu apa yang sedang asyik mereka obrolkan?

Kisah Penepis Lara
Selasa, 01 Maret 2011 17:01

Apa yang akan kita rasakan ketika kita kehilangan orang yang paling kita cintai ? Orang yang selama ini men-support perjuangan kita secara moril dan materil, mendengarkan keluh kesah kita di kala gundah dan lara, memberikan buah hati yang kita cintai, membenarkan kita di saat semua orang mencemooh dan mendustakan. Terhempas ! Diri kita akan terasa terhempas dalam sebuah jurang yang dalam. Kesedihan yang sangat manusiawi.

Sebuah kesedihan mendalam yang di rasakan oleh Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kesedihan di tinggal salah satu wanita terbaik di bumi ini, isteri yang sangat di cintainya Khadijah Radhiyallahu ‘Anha. Inilah motivator terbesar di dalam rumah tangga Rasulullah. Padahal belum terlalu lama Beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam. di tinggal pergi paman sekaligus ayah yang telah membesarkannya. Jadilah tahun ini di sebut oleh para ahli sejarah sebagai Amul Hazn  (tahun kesedihan).

Teruslah Bersyukur
Senin, 24 Januari 2011 13:05

“Jika kamu bersyukur, maka akan Aku tambah nikmat-ku kepadamu.” (QS. Ibrahim : 7 )

Ketika Anda sedang libur, sesekali bertamasyalah. Bukan ke taman, bukan ke pantai, bukan pula ke kebun binatang. Tapi ke rumah sakit. Anda juga bisa mengajak keluarga. Lihatlah setiap bilik yang ada disana. Anda akan mendapati orang-orang terbaring tak berdaya diatas ranjang-ranjang yang tersedia. Keadaan mereka bermacam-macam. Sakit yang mereka alami beraneka ragam.

Kemudian berhentilah sejenak. Tataplah baik-baik diri Anda. Badan Anda yang sehat, tubuh Anda yang segar bugar, fisik Anda yang sempurna, semua itu adalah nikmat yang sangat besar dari Tuhan. Maka dari itu, teruslah bersyukur.