![]() |
|
Serial Menjadi Pendidik Seperti Nabi
“Ustad…. Ustadz… salman kepalanya berdarah !” seorang anak berteriak sambil memperlihatkan kepala temannya (salman) yang sedang bercucuran darah karena terbentur gagang pintu kelasnya. Saat itu salman terlihat begitu sedih dan menyesali peristiwa yang terjadi, ditambah isak tangis karena tak kuasa melihat darah yang keluar dari kepalanya. Kemudian saya katakan dengan tenang “salman, ikut ustadz” sambil menggandeng tangannya dengan penuh kelembutan. Saya katakan dengan nada berbisik, “tenang man, Allah akan sembuhkan” kemudian salman menjawab dengan menganggukkan kepala.
Saat Salman dalam pengobatan, sambil membersihkan luka dikepalanya dengan air hangat saya sampaikan kisah Abu Bakar Ash Shidiq yang bagian tubuhnya terkena gigitan serangga karena melindungi Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam saat menutupi lubang-lubang binatang di gua tsur. Kemudian saat Nabi mengetahui bahwa Abu Bakar terluka, beliau katakan “Apa yang terjadi denganmu wahai Abu Bakar ?”, Abu Bakar menjawab “Demi ayah dan ibuku menjadi jaminanmu, aku digigit binatang.” Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam meludahi bagian yang digigit serangga sehingga hilang rasa sakitnya.



Suatu saat orangtua santri berbicara kepada saya, “Ustadz liburnya jangan lama-lama ya. Anakku kalau dirumah bawaannya mau masuk kekelas aja.”
“Ustadz…ustadz lihat kucingnya mati kelindas mobil” ungkap seorang anak sambil menunjuk kucing yang tergeletak di jalan depan Kuttab (Lembaga Pendidikan). Kemudian ditengah suasana yang haru, sebuah kalimat keluar memecahkan suasana itu dari lisan seorang ustadz yang menjadi guru mereka “begitulah nak, semua makhluk ciptaan Allah pasti akan kembali kepada Allah. Maka persiapkanlah diri kita untuk menghadap-Nya”.
“Sesungguhnya ini adalah nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal). Lalu apa yang akan engkau pesankan kepada kami ?” Beliau bersabda, “Aku tinggalkan kamu dalam keadaan terang benderang, malamnya seperti siang. Tidak ada yang menyimpang melainkan ia pasti binasa” (HR Ahmad, Ibnu Majah, Hakim, Thabrani)
Pembahasan tentang sejarah perlakuan anak adalah tema yang menarik untuk dibahas. Ternyata memang dari dahulu hingga sekarang, orang-orang barat bingung bagaimana seharusnya memperlakukan anak dengan baik sehingga melahirkan generasi yang diharapkan untuk memimpin bumi. Hingga sekarang eropa terus berupaya untuk mencari formulasi bagaimana cara penanganan anak yang baik dan tepat, ini ditunjukan pada sebuah pernyataan seorang ahli bernama Havighrust ditahun 1973 menyatakan “Minat pada anak–anak memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Minat pada anak remaja lebih belakangan, dan minat pada orang dewasa baru mulai berkembang secara sungguh-sungguh pada pertengahan terakhir abad keduapuluh.” Hari ini bisa kita lihat dan rasakan, begitu serius dan angkuhnya mereka bicara tentang pendidikan yang sampai saat ini belum berhasil menemukan konsep terbaik menghasilkan generasi yang siap memimpin bumi serta memakmurkannya.