Manajemen
| 13 April 2010
Hikmah dalam berdakwah
Dakwah itu dapat diibaratkan seperti tanaman unggulan. Agar menghasilkan buah yang istimewa maka haruslah ditanam dengan cara yang baik, disemai pada tanah yang subur, disiram dengan air secara teratur dan dirawat dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Untuk mengatasi ilalang-ilalang yang kadangkala tumbuh secara liar diperlukan pula cara yang bijak. Karena memangkas tanaman liar dengan tidak hati-hati dapat mengenai tanaman yang sebenarnya sangat kita jaga. Sebaliknya, membiarkannya tumbuh bersanding dengan tanaman kita bukanlah toleransi yang baik. Perpaduan yang baik antara pemilihan metode cocok tanam, pemilihan tanah garapan dan keuletan dalam pengelolaan dapat menghasilkan hasil yang istimewa dan memuaskan, yang tentunya sebanding dengan jerih payah dan usaha yang dikeluarkan.


Lompat pagar. Istilah tersebut memang lebih sering dipakai di dalam pembicaraan tentang partai. Terkadang anggota bahkan pendiri partai A berpindah ke partai B yang kemudian menjadi rival di lapangan. Hal ini juga berlaku di perusahaan, organisasi, lembaga dan berbagai perkumpulan yang menuntut soliditas. Masalahnya adalah jika yang berpindah adalah orang-orang pilihan bahkan pendirinya. Pasti sudah terbayang oleh kita, apa yang akan terjadi. Orang terbaik itu pindah dengan membawa segepok data, info, pengalaman berikut jeroan semua hal yang ada di perkumpulan sebelumnya. Karena kini, dia berjuang maksimal untuk lembaga barunya yang berubah menjadi rival utama bagi lembaga yang lama.