YOOtheme
galan
Menasihati Anak saat Sakit
Rabu, 30 Januari 2013 14:45
Ditulis oleh Galan Sandy

Serial Menjadi Pendidik Seperti Nabi

Ustad…. Ustadz… salman kepalanya berdarah !” seorang anak berteriak sambil memperlihatkan kepala temannya (salman) yang sedang bercucuran darah karena terbentur gagang pintu kelasnya. Saat itu salman terlihat begitu sedih dan menyesali peristiwa yang terjadi, ditambah  isak tangis karena tak kuasa melihat darah yang keluar dari kepalanya.  Kemudian saya katakan dengan tenang “salman, ikut ustadz” sambil menggandeng tangannya dengan penuh kelembutan. Saya katakan dengan nada berbisik, “tenang man, Allah akan sembuhkan” kemudian salman menjawab dengan menganggukkan kepala.

Saat Salman dalam pengobatan, sambil membersihkan luka dikepalanya dengan air hangat saya sampaikan kisah Abu Bakar Ash Shidiq yang bagian tubuhnya terkena gigitan serangga karena melindungi Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam saat menutupi lubang-lubang binatang di gua tsur. Kemudian saat Nabi mengetahui bahwa Abu Bakar terluka, beliau katakan “Apa yang terjadi denganmu wahai Abu Bakar ?”, Abu Bakar menjawab “Demi ayah dan ibuku menjadi jaminanmu, aku digigit binatang.” Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam meludahi bagian yang digigit serangga sehingga hilang rasa sakitnya.

galan
Pendidik… Sambutlah Mereka
Selasa, 08 Januari 2013 15:39
Ditulis oleh Galan Sandy

Suatu saat orangtua santri berbicara kepada saya, “Ustadz liburnya jangan lama-lama ya. Anakku kalau dirumah bawaannya mau masuk kekelas aja.”

Kalau sudah seperti itu artinya anak sudah merasakan kenyamanan berada di lingkungan akademis yang dilakukan secara rutin. Alasannya beraneka ragam ; karena kangen dengan teman-teman, Guru, makanan jajanannya  atau  karena hidup yang sudah terpola dalam kesehariannya. Sehingga jika 1-3 hari pola itu berubah, anak merasakan ada yang kurang dalam hidupnya. Disatu sisi ada juga anak yang sudah malas memulai aktivitas belajar karena terlalu lama berlibur atau menghilangkan rutinitasnya beberapa hari, kemudian ditambah saat mereka mendengarkan kalimat bundanya “nak besok kita masuk sekolah.” Atau “apa ada tugas dari ibu dan bapak guru ? sudah dikerjakan ?.”, dan sebagainya. Membuat mereka tambah mengabaikannya.

galan
Manfaatkan Momentum dan Hadirkan Keimanan
Sabtu, 29 Desember 2012 07:05
Ditulis oleh Galan Sandy

Serial Menjadi Pendidik Seperti Nabi

Ustadz…ustadz lihat kucingnya mati kelindas mobil” ungkap seorang anak sambil menunjuk kucing yang tergeletak di  jalan depan Kuttab (Lembaga Pendidikan). Kemudian ditengah suasana yang haru, sebuah kalimat keluar memecahkan suasana itu dari lisan seorang ustadz yang menjadi guru mereka “begitulah nak, semua makhluk ciptaan Allah pasti akan kembali kepada Allah. Maka persiapkanlah diri kita untuk menghadap-Nya”.

Diskusi diatas terlihat sederhana namun kita tidak pernah sadari bahwa hal itu telah menanamkan kesan yang sangat dalam terhadap anak. Kalimat sederhana itu akan tersimpan dalam memori panjang yang terjadi saat momentum terbaik untuk anak. Memberikan sentuhan iman tidak perlu mengeluarkan dana yang besar, alat yang canggih atau fasilitator yang dibayar mahal. Menghadirkan Momentum menyentuh iman terkadang tidak perlu dipersiapkan dengan matang, melainkan Allah selalu menghadirkan momentum itu disetiap saat. Setelah itu tinggal kita berlatih untuk mengkaitkan peristiwa yang ada dengan memanfaatkan momentum untuk menyentuh iman mereka.

galan
Menjawab Kebingungan
Jum'at, 16 November 2012 06:30
Ditulis oleh Galan Sandy

Sesungguhnya ini adalah nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal). Lalu apa yang akan engkau pesankan kepada kami ?” Beliau bersabda, “Aku tinggalkan kamu dalam keadaan terang benderang, malamnya seperti siang. Tidak ada yang menyimpang melainkan ia pasti binasa” (HR Ahmad, Ibnu Majah, Hakim, Thabrani)

Inilah pesan Rasulullah saw, agar kaum muslimin yakin bahwa Islam punya konsep dan solusi terbaik untuk pendidikan zaman ini. bukan hanya di pendidikan saja, di semua lini ilmu yang ada. Sekarang tinggal kita mengkajinya melalui Al Qur’an, Sunnah, dan penjelasan-penjelasan sahabat dan para ulama.

galan
Pendidikan Bingung
Jum'at, 09 November 2012 09:16
Ditulis oleh Galan Sandy

Pembahasan tentang sejarah perlakuan anak adalah tema yang menarik untuk dibahas. Ternyata memang dari dahulu hingga sekarang, orang-orang barat bingung bagaimana seharusnya memperlakukan anak dengan baik sehingga melahirkan generasi yang diharapkan untuk memimpin bumi. Hingga sekarang eropa terus berupaya untuk mencari formulasi bagaimana cara penanganan anak yang baik dan tepat, ini ditunjukan pada sebuah pernyataan seorang ahli bernama Havighrust ditahun 1973 menyatakan “Minat pada anak–anak memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Minat pada anak remaja lebih belakangan, dan minat pada orang dewasa baru mulai berkembang secara sungguh-sungguh pada pertengahan terakhir abad keduapuluh.” Hari ini bisa kita lihat dan rasakan, begitu serius dan angkuhnya mereka bicara tentang pendidikan yang sampai saat ini belum berhasil menemukan konsep terbaik menghasilkan generasi yang siap memimpin bumi serta memakmurkannya.