YOOtheme
Galat
  • JUser::_load: Unable to load user with id: 5142
  • JUser::_load: Unable to load user with id: 5144
galan
Pendidikan Kualat
Jum'at, 15 Juni 2012 09:09
Ditulis oleh Galan Sandy

Seperti halnya seorang anak yang  tidak mengikuti  nasihat dari orangtua, kita yakini bahwa Ridho Allah adalah ridho orangtua. Seringkali yang terjadi adalah kita merasakan kegagalan dalam suatu pekerjaan karena tidak mempertimbangkan dan menjalankan nasihat orang tua.

Begitulah kurang lebih gambaran  dari KUALAT. Sekeras apapun usaha kita, kalau yang kita lakukan tidak sesuai dengan pedoman atau nasihat yang diajarkan, maka akibatnya seringkali kita mendapatkan kegagalan, kecemasan, ketakutan, dsb. Namun apa yang terjadi jika kualat itu masuk di dalam dunia pendidikan ?

Mari kita mulai dari sebuah keluhan nabi Muhammad SAW yang diabadikan dalam Al Qur’an surat Al Furqan :30

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُوراً-٣٠-

Dan Rasul (Muhammad) berkata, “Ya Tuhan-ku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Quran ini diabaikan.”

galan
Penglihatan Mereka Tertumpu pada Penglihatanmu
Selasa, 29 Mei 2012 14:16
Ditulis oleh Galan Sandy

Ibnu Abbas berkata menceritakan kenangannya bersama Rasulullah saat usianya masih kecil,

aku bermalam dirumah bibiku, maimunah dan melihat Rasulullah bangun. Setelah berada pada sebagian malam, beliau bangun dan berwudhu ringan dengan air dari dalam kantong kulit yang di gantung di dinding kamarnya. Setelah itu, beliaupun mengerjakan shalat malam. Akupun ikut bangun dan berwudhu dari tempat air yang digunakan oleh beliau. Kemudian aku berdiri shalat disamping kiri beliau, lalu beliau memindahkanku kesamping kanannya…” (Hr. Bukhari dari Ibnu Abbas)

Subhanallah, itulah tuturan seorang Ibnu Abbas kecil saat bersama Rasulullah SAW. Tidak dapat dipungkiri bahwa penglihatan anak tidak akan lepas dari apa yang dilakukan orang dewasa, saat mereka di didik dalam lingkungan keluarga atau pendidikan dengan penuh kebaikan maka anakpun akan menerima manisnya kebaikan dari lingkungannya begitupun sebaliknya.

Wahai Anak Budak Hitam
Jum'at, 25 Mei 2012 08:59

حتى أنت يا ابن السوداء تخطئني

Sampai engkau pun menyalahkan saya wahai anak budak hitam !

Seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut Abu Dzar, Bilal bin Rabbah bangkit meneteskan air mata seraya berucap, "Akan aku adukan perkara ini kepada Rasulullah ". Bantahan Bilal bin Rabbah terhadap pendapat yang di kemukakan Abu Dzar itu membuat Abu Dzar marah dan mengucapkan sebuah ucapan kasar kepada Bilal. Ucapan yang mengungkap dua penghinaan sekaligus. Penghinaan terhadap warna kulitnya dan terhadap sang ibu.

Rasulullah sangat marah mendengar berita ini dan menegur Abu Dzar,

يا أبا ذر أعيرته بأمه ، إنك امرؤ فيك جاهلية

Wahai Abu Dzar, apakah engkau mencela ibunya ? Sungguh masih ada sisa perkara jahiliyah pada dirimu.!”

Beginilah seharusnya
Jum'at, 18 Mei 2012 08:15

Kita sepakat bahwa islam sudah teruji dalam menghasilkan banyak generasi yang siap memimpin bumi ini ribuan tahun lamanya. Data empiriknya sudah tercatat dalam sejarah. Maka sebenarnya ada harapan disetiap zaman untuk menghasilkan generasi yang sama seperti generasi terdahulu, asalkan semua berdasarkan panduan yang bersumber langsung dari Al Qur’an dan Sunnah.

Namun apa daya hari ini, muslimin seakan lupa dan jauh dari hal itu. Kita lupa bahwa Al Qur’an adalah pedoman hidup di dunia, kita lupa untuk bertanya tentang pendidikan kepada Al Qur’an dan Assunnah, kita lupa bahwa berapa banyak kitab-kitab para ulama yang berbicara tentang itu semua, kita lupa…. Atau kita pura-pura lupa ?

galan
Bukan Generasi Gemuk
Kamis, 03 Mei 2012 21:10
Ditulis oleh Galan Sandy

ihhh.. lucu banget sih ini anak. Ngegemesin deh” berkata seorang ibu di depan anak  gemuk yang terlhihat menggemaskan. “iya bu ini anak makannya banyak, sehari bisa 4 mangkok sendiri” sahut ibu dari anak tersebut.

Memang terlihat lucu, menggemaskan, chubby, dan menghibur setiap mata orang dewasa jika melihatnya. Dewasa ini pertumbuhan orang-orang yang mengalami kegemukan atau obesitas cukup pesat, ini yang menjadi bahan renungan untuk kita terhadap hadits nabi sebagai berikut :