“Mau jadi apa generasi kita”. Itulah kalimat yang keluar dari salah seorang ayah. Beliau heran saat membaca di salah satu surat kabar nasional. bagaimana tidak heran, lihatlah betapa bingungnya negeri ini untuk memecahkan solusi atas hasil dari pendidikan. Konsep pendidikan modern ini belum mampu menjawab semua pertanyaan, silih berganti kurikulum akibat banyaknya penelitian yang berkembang. Mungkin berandai-andai untuk melahirkan generasi peradaban untuk memimpin bumi ini saja kita sudah enggan.
Mari kita lihat,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang mengevaluasi kurikulum pendidikan yang berlaku saat ini, yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006. Evaluasi ini melibatkan tokoh pendidikan, tokoh agama, masyarakat, psikolog, dan sejumlah kalangan lain.
Mengapa ?