YOOtheme
Galat
  • JUser::_load: Unable to load user with id: 5145
Prosesi Tahnik
Sabtu, 27 Oktober 2012 14:44

Sobat Siroh, tahnik adalah bagian dari urutan melahirkan generasi Gemilang di Usia belia. Tahnik adalah sunnah nabi yang seharusnya dilakukan pada saat menerima kelahiran bayi.  Melembutkan sebutir korma dengan dikunyah atau dihaluskan dengan cara yang sesuai lalu dioleskan di langit-langit mulut bayi merupakan cara tahnik.

Sebagaimana kisah dari Asma binti Abi Bakar Ash-Shiddiq ketika ia sedang mengandung Abdullah bin Az-Zubair di Makkah, ia berkata, “Aku keluar dalam keadaan hamil menuju kota Madinah. Dalam perjalanan aku singgah di Quba dan di sana aku melahirkan. Kemudian aku mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meletakkan anakku di pangkuan beliau. Beliau meminta kurma lalu mengunyahnya dan meludahkannya ke mulut bayi itu, maka yang pertama kali masuk ke kerongkongannya adalah ludah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu beliau mentahniknya dengan kurma dan mendo’akan barakah baginya. Lalu Allah memberikan barakah kepadanya (bayi tersebut).” [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (5469 Fathul Bari), Muslim (2146, 2148 Nawawi), Ahmad (6247) dan At-Tirmidzi (3826)]

Belajar Adab Tidur
Selasa, 25 September 2012 07:00

Disela-sela pengajaran di salah satu kampus pendidikan guru taman kanak-kanak, ada seorang mahasiswi bertanya : "Kak, bagaimana sih cara mengatasi anak mengigau?".

Dari pertanyaan itu, ada rasa penasaran untuk mengetahui lebih dalam tentang adab tidur yang di ajarkan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam

Apa alasannya?

Karena mengigau, mendengkur, mimpi buruk adalah merupakan hal yang terjadi jika dalam keadaan tidur.

Maka…

Bukan TITIK tapi KOMA
Sabtu, 22 September 2012 08:05

Bertakziyah ke saudara muslim yang terkena musibah adalah muhasabah yang dalam bagi orang yang beriman. Apalagi orang yang mendapat musibah itu adalah keluarga yang sangat berjasa dalam perjalanan hidup kita.

Bisa dibayangkan ketika kita melayat, melihat jenazah yang disemayamkan, melihat raut wajahnya yang sudah tak bernyawa lagi. Tampak pancaran senyuman, seakan memori jangka panjang ini memutar kembali rekaman demi rekaman tentang peran hidupnya bersama kita.

Ketika sampai pada proses pemakaman,  terasa tersentak ruh keimanan, tatkala kita menyadari bahwa itu akan terjadi pula pada setiap manusia. Gundukan tanah mulai terisi ke dalam liang lahat. Disaat itupula orang yang berjasa telah kembali kepada sang Khaliq.

Namun, masih ada saja suasana seperti itu tidak menjadi pelajaran bagi manusia. Masih ada saja orang yang ingkar terhadap amanah di dunia ini. Masih ada saja orang yang terjebak dengan kegemerlapan dunia.

Jawami' kalim…
Selasa, 18 September 2012 07:00

Berawal ketika membaca tulisan ini…

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berencana mengadakan Kongres Internasional Bahasa-bahasa Daerah di Makassar pada 1 sampai 4 Oktober mendatang. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kepunahan bahasa daerah.

"Saat ini sudah 700 bahasa daerah di Indonesia yang punah," kata Sekretaris Badan Bahasa, Yeyen Maryani, di Makassar, Selasa, 11 September 2012. (www.tempo.com)

Permasalahan bahasa itu, jadi teringat hadits rasulullah shalallahu'alaihi wasallam :

Nak, jangan jadi beban negara ya !
Sabtu, 15 September 2012 08:14

Setiap kita menginginkan keturunannya tidak menjadi beban orang lain. Bahkan harapan besarnya adalah menjadi pemimpin bagi orang-orang bertaqwa. Seperti dalam do'a yang kita panjatkan di dalam surat Al furqon : 74,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً -٧٤-

Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

Tapi bagaimana menjadi penyedap pandangan mata atau bahkan menjadi pemimpin orang yang bertakwa, jika kita mendapati kalimat seperti ini :

Kelahiran bayi di Indonesia sekitar 10 ribu setiap harinya. Hal ini yang membuat kekhawatiran kepala badan kependudukan dan keluarga berencana nasional, Sugiri Syarief. (harian lomboknews.com)