|
Sobat Siroh, tahnik adalah bagian dari urutan melahirkan generasi Gemilang di Usia belia. Tahnik adalah sunnah nabi yang seharusnya dilakukan pada saat menerima kelahiran bayi. Melembutkan sebutir korma dengan dikunyah atau dihaluskan dengan cara yang sesuai lalu dioleskan di langit-langit mulut bayi merupakan cara tahnik.
Sebagaimana kisah dari Asma binti Abi Bakar Ash-Shiddiq ketika ia sedang mengandung Abdullah bin Az-Zubair di Makkah, ia berkata, “Aku keluar dalam keadaan hamil menuju kota Madinah. Dalam perjalanan aku singgah di Quba dan di sana aku melahirkan. Kemudian aku mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meletakkan anakku di pangkuan beliau. Beliau meminta kurma lalu mengunyahnya dan meludahkannya ke mulut bayi itu, maka yang pertama kali masuk ke kerongkongannya adalah ludah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu beliau mentahniknya dengan kurma dan mendo’akan barakah baginya. Lalu Allah memberikan barakah kepadanya (bayi tersebut).” [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (5469 Fathul Bari), Muslim (2146, 2148 Nawawi), Ahmad (6247) dan At-Tirmidzi (3826)]


Disela-sela pengajaran di salah satu kampus pendidikan guru taman kanak-kanak, ada seorang mahasiswi bertanya : "Kak, bagaimana sih cara mengatasi anak mengigau?".
Bertakziyah ke saudara muslim yang terkena musibah adalah muhasabah yang dalam bagi orang yang beriman. Apalagi orang yang mendapat musibah itu adalah keluarga yang sangat berjasa dalam perjalanan hidup kita.
Berawal ketika membaca tulisan ini…
Setiap kita menginginkan keturunannya tidak menjadi beban orang lain. Bahkan harapan besarnya adalah menjadi pemimpin bagi orang-orang bertaqwa. Seperti dalam do'a yang kita panjatkan di dalam surat Al furqon : 74,