YOOtheme
Galat
  • JUser::_load: Unable to load user with id: 5143
Kisah Cinta Istri Para Syuhada'
Kamis, 24 Mei 2012 10:37

"Akupun mengira, seandainya aku menikah dengan semua laki-laki yang ada di bumi ini, niscaya mereka akan terbunuh sebagai syuhada." (Atikah binti 'Amar)

Ketika cinta memanggilmu, maka datangilah ia meski jalan terjal berliku. Jika cinta memelukmu, maka dekaplah ia walau pedang-pedang terhunus siap menyambarmu. Sentuhlah cinta itu dengan tangan keabadian, karena cinta adalah satu-satunya rasa yang jika mendatangimu, maka engkau tak akan mampu membendung gelombangnya. Dan jika ia meninggalkanmu maka engkau tak pernah bisa memintanya untuk kembali.

Atikah binti 'Amr bin Nufail, seorang wanita terhormat, taat beragama, termasuk salah satu wanita tercantik di kalangan masyarakat Quraisy. Datang kepadanya seorang laki-laki yang sangat tampan, terhormat, dari keluarga yang taat beragama juga. Namanya Abdurrahman, putera Abu Bakar ash-Shiddiq. Merekapun akhirnya menikah.

Dzatul 'Iqal; Mengejar Cinta ke Medan Syuhada'
Selasa, 15 Mei 2012 14:13

Seorang wanita hebat. Punya semangat yang langka. Memiliki cinta yang ajaib. Suaminya adalah seorang sahabat Rasulullah yang meninggal dunia pada saat dikirim dalam perang Mu'tah. Tepatnya tahun delapan Hijriyah. Tidak jelas dengan pasti siapa nama wanita ini. Namun sejarah lebih akrab memanggilnya dengan julukan Dzatul 'Iqal.

Di awal kekhilafahan, Abu Bakar ash-Shiddiq mengirim pasukan yang telah dipilih oleh Rasulullah Saw sebelum meninggal dunia. Panglimanya masih sangat muda belia. Usamah bin Zaid namanya.

"Aku ingin melihat suamiku." kata Dzatul 'Iqal kepada Usamah bin Zaid sesaat sebelum pasukan diberangkatkan.

Panglima muda itu bertanya, "Di bagian mana suamimu berada?"

Dengan sangat bangga wanita itu menjawab, "Ia bersama para syuhada'. Meninggal pada waktu perang Mu'tah."